Oleh: Jaya Setiabudi | 25 Agustus 2011

Penyakit itu bernama Berharap

Berharap dia berubah, ternyata tidak.
Berharap dia seperti yang dulu, ternyata berubah.

Berharap dia mencintaiku.
Berharap dia membalas kebaikanku.
Berharap dia mengerti isi hatiku.
Berharap dia kembali padaku.
Berharap dia selalu bersamaku.
Berharap dia seperti aku…

Berharap sedekahku berbalas instan.
Berharap budiku berbalas susu.
Berharap amalku mendatangkan rejeki.
Berharap ikhtiarku berbuah kaya.

BERHARAP memang memberikan MOTIVASI, selebihnya KEKECEWAAN…

Seperti air yang mengalir, menerima apa yang terjadi,
menetralisir sampah, kencing dan tahi…
Tidak berharap batu berpindah, namun melewati dengan senyum, sembari memeluknya…
Karena air tahu, tak ada yang abadi, hanya sebentar dilewati…


Tanggapan

  1. Ikhlasin aja deh, gak usah terlalu banyak berharap.

  2. trims pencerahannya

  3. quote yang sangat bagus Pak JAya

  4. Ndak terlalu mudeng sich,,
    yg penting,jangan jadi telo,,
    jadilah JURAGAN TELO nya !!

  5. Like this :D

  6. Renungan yg bermakna!
    Terima kasih mas Jaya.
    Sederhanalah dalam berharap. :)

  7. tengkyuu mas jaya atas pencerahannya….salam kenal…

  8. banyak berharap, banyak kecewa
    sedikit berharap, sedikit kecewa
    tidak berharap, tidak kecewa

    ikhlaskan… :)

  9. Mencerahkan. Terimakasih, bos.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

  • Tidak ada kategori
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 51 pengikut lainnya.