Oleh: Jaya Setiabudi | 29 Agustus 2010

Bayar Harganya!

Hukum Sebab Akibat

Hukum ini adalah hukum alam yang simple tapi sangat powerful. Hukum sebab akibat mengatakan bahwa setiap tindakan kita akan berakibat sesuatu pada kita. Apa yang terjadi pada kita dimasa sekarang disebabkan oleh yang kita tanam dimasa lalu. Apa yang kita lakukan saat ini  akan berdampak pada kehidupan yang akan datang. Alam itu netral, tidak memihak ke siapapun, tidak peduli siapa Anda. Hukum Sebab Akibat mengatakan jika Anda melakukan apa yang orang sukses lakukan, maka Anda akan mendapatkan hasil seperti yang orang sukses dapatkan. Tentu saja jika kondisi start-nya sama dengan mereka.

Kenyataannya kebanyakan orang pengusaha sukses, awalnya mereka adalah orang-orang biasa, dengan pendidikan rata-rata, bekerja di tempat yang biasa, hidup dengan standar rata-rata. Tapi setelah mereka menemukan ‘formula’ pengusaha sukses, mereka melakukan yang pengusaha sukses lakukan, terus-menerus, terus-menerus, sampai mereka mencapai apa yang pengusaha sukses dapatkan.

“SUKSES bukanlah kebetulan, tetapi dengan melakukan suatu tindakan secara terencana, terus-menerus dan terus-menerus, sampai mencapai apa yang Anda Impikan.”

Belajar dari Petani

Jika Anda akan menanam jagung, Anda harus mulai dari satu biji. Anda harus menanamnya dengan benar di tanah yang subur. Anda harus membajak tanah tersebut terlebih dahulu. Kemudian Anda harus menyiraminya dengan air dan memberinya pupuk. Lalu Anda harus mencabuti rumput-rumput liar disekitarnya dan akhirnya, saat tanaman itu mulai tumbuh, apakah Anda dapat meninggalkannya? Tidak! Karena masih ada kemungkinan mati ! Anda tetap harus tetap memberinya pupuk, menjaganya dari serangan hama, dan terus menyiraminya tiap hari. Hingga saat tanaman tersebut tumbuh dewasa, dari satu biji, keluar ribuan biji.

Jika Anda ingin sukses di suatu bisnis, Anda harus berfikir seperti seorang petani. Orang-orang yang gagal dalam suatu bisnis karena mereka hanya mau merampas hasilnya. Mereka tidak bersedia bersusah payah untuk membajak lahannya, menanam bijinya, memupuki tanahnya dan menyirami tunasnya. Mereka tidak mau bersusah payah mencabuti rumput liarnya, membasmi hamanya dan melakukan proses tersebut setiap hari yang membuat tangan mereka kotor. Jika Anda menginginkan suatu bisnis yang besar dan menikmati hasilnya kelak, Anda harus bersedia membayar harganya!

Anda harus bersedia mengkorbankan pesta-pesta Anda, nonton TV, bermain games, apalagi ngegosip dengan teman-teman, untuk beberapa bulan bahkan tahunan. Sirami dan pupuk bisnis Anda dengan pelatihan, seminar dan buku. Konsisten lakukan prosesnya secara terus menerus, sampai berbuah. Kebanyakan orang menilai kesuksesan seseorang dari kondisi sekarang, bukan dari bagaimana proses mendapatkannya. Berapa kali Kolonel Sanders ditolak? 1009 kali. Berapa kali Edison gagal? Puluhan ribu kali. Siapa dulu Sohichiro Honda? Seorang kacung. Bagaimana mereka bisa berhasil? Karena mereka rela Membayar Harganya! Apakah Anda rela membayar harga untuk kesuksesan Anda?

“Jalan untuk sukses berliku, terjal, menanjak, tapi jalan itu ada dan layak diperjuangkan”


Responses

  1. Pohon yg tinggi memang harus memiliki akar yg kuat, kita slalu berbicara hasil tanpa tau proses ny sperti ap, sehingga sgala cr dlakukan (merampas hasil) untuk mencapai hasil..sy slalu ingat bapa brkata “what u pay what u get” dan sy rasa dalam hal ini (pengorbanan) pun berlaku

  2. hebat!!!
    sederhana cukup menendang…
    gud.

  3. Netes airmata saya mas..

  4. muantapp mas.ijin share..ya

  5. sungguh menggugah semangat,,trima kasìh maz”anti bangkrut”.

  6. truz berbagi ilmu n inspirasix bang J,,

  7. apabila mendaki gunung yang selalu kita lihat puncaknya,,,,,,,MANAMUNGKIN AKU BISA JALAN KAKI SAMPAI DISANA,,,,,ketika yang kita lihat saat bejalan adalah jalan setapak demi setapak,,,,,,,,akan kita rasakan indahnya PUNCAK GUNUNG TERSEBUT,,,,,,karena puncak itu memang ada,,,

  8. Artikel-artikelnya berbobot semua mas…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

  • Tak ada kategori
%d blogger menyukai ini: